Ketua Komisi IX DPR Ajak Masyarakat Terapkan Hidup Sehat Cegah ‘Stunting’

by -17 views
Ketua Komisi IX DPR RI Felly E. Runtuwene. (Foto: Pemberitaan DPR)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kesadaran masyarakat pada kebersihan hingga hari ini menjadi bayang-bayang yang menghantui permasalahan masyarakat di Indonesia. Dalam laporan UNICEF (Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa), diketahui hampir 25 juta orang di Indonesia tidak menggunakan toilet.

Ketua Komisi IX DPR RI Felly E. Runtuwene dalam keterangan persnya, Kamis (4/3/2021) mengajak masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah stunting.

Diketakan, stunting merupakan kondisi di mana anak yang masih berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan memiliki tinggi badan di bawah rata-rata yang salah satu sebabnya adalah kebersihan lingkungan dan asupan gizi yang kurang.

“Pemerintah berupaya optimal menurunkan angka stunting sebesar 2,5 persen setiap tahunnya supaya di akhir pemerintahan Pak Jokowi tinggal 14 persen,” ujarnya.

Felly juga menyampaikan beberapa upaya untuk mencegah stunting, yakni dengan makan makanan bergizi dan terus menjaga agar tubuh sehat dan bugar.

Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar agar tetap bersih dan sehat, semisal pengelolaan sampah hingga ketersediaan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus).

“Jangan membuang sampah sembarangan, tempatkanlah di lokasi yang seharusnya. Selain itu jangan buang sampah di sungai, apalagi sebagian masyarakat memanfaatkan air sungai ini untuk mencuci atau mandi,” sebutnya.

Politisi Fraksi Partai NasDem itu pun menambahkan, kebiasaan tersebut juga perlu dilakukan bagi peternak yang membebaskan ternaknya di sekitar bantaran dan kemudian membuang kotorannya ke sungai.

“Ini harus menjadi perhatian bersama, kita jaga agar air sungai tetap bersih dan sehat,” imbuhnya.

Felly berharap pemerintah memberikan perhatian untuk pembangunan sarana MCK bila sarana tersebut belum tersedia di pemukiman masyarakat. Hal penting lainnya yaitu agar masyarakat lebih memperhatikan terkait usia pernikahan bagi mereka yang merencanakan untuk memperoleh keturunan.

“Harapannya agar organ-organ reproduksi telah matang saat usia pernikahan tiba,” pungkas legislator dapil Sulut itu. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *